wow dapat tugas lagi setelah sekian lama vacum berkecimpung didunia blog, hehe :) selamat malam untuk para sahabat dunia maya, kali ini saya akan berbagi info nih mengenai kepemimpinan, mari kita simak teman. :)
MAKALAH
PERILAKU ORGANISASI BISNIS KEPEMIMPINAN
Diajukan untuk memenuhi
salah satu tugas kelompok mata kuliah perlaku organisasi bisnis.
Disusun
Oleh :
Suci
Marliyati.
(1123070111)
MKS/
V/C
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
FAKULTAS
SYARI’AH DAN HUKUM
MANAJEMEN
KEUANGAN SYARI’AH
2013/2014
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau
memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya
mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari
kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti
pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan
ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan
pengajaran/instruksi.
Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif
mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma,
pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin
yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal
Sudirman, dan sebagainya kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu
melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang
mereka inginkan. oleh karena itu dalam makalah ini saya akan menyajikan berbagai tife kepemimpinan, khususnya kepemimpinan yang efektif dan transformasional.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu kepemimpinan, pengertian dan juga jenis nya ?
2. Bagaimana kepemimpinan yang efektif ?
3. Bagaimana mekanisme nya kepemimpinan transformasional ?
C. TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan juga berbagi ilmu umumnya pembaca dan khususnya bagi saya selaku pembuat makalah.
BAB II
PEMBAHASAN
Soekarno, salah satu pemimipin yang berpengaruh di Indonesia.
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau
memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya
mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari
kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti
pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan
ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan
pengajaran/instruksi.
B. Kepemimpinan Yang Efektif
Barangkali pandangan pesimistis tentang keahlian-keahlian kepemimpinan ini
telah menyebabkan munculnya ratusan buku yang membahas kepemimpinan. Terdapat nasihat tentang
siapa yang harus ditiru (Attila the Hun), apa yang harus diraih (kedamaian
jiwa), apa yang harus dipelajari (kegagalan), apa yang harus diperjuangkan (karisma),
perlu tidaknya pendelegasian
(kadang-kadang), perlu tidaknya berkolaborasi (mungkin),
pemimpin-pemimpin rahasia Amerika (wanita), kualitas-kualitas pribadi dari
kepemimpinan (integritas), bagaimana meraih kredibilitas (bisa dipercaya),
bagaimana menjadi pemimipin yang otentik (temukan pemimpin dalam diri anda),
dan sembilan hukum alam kepemimpinan (jangan tanya). Terdapat lebih dari 3000
buku yang judulnya mengandung kata pemimipin (leader). Bagaimana menjadi
pemimpin yang efektif tidak perlu
diulas oleh sebuah
buku. Guru manajeman terkenal, Peter Drucker, menjawabnya hanya dengan beberapa
kalimat: "pondasi dari kepemimpinan yang efektif adalah berpikir berdasar
misi organisasi, mendefinisikannya dan menegakkannya, secara jelas dan nyata.
C. Kepemimpinan Karismatik
Max Weber, seorang sosiolog, adalah ilmuan pertama yang membahas
kepemimpinan karismatik. Lebih dari seabad yang lalu, ia
mendefinisikan karisma (yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti
"anugerah") sebagai "suatu sifat tertentu dari seseorang, yang
membedakan mereka dari orang kebanyakan dan biasanya dipandang sebagai
kemampuan atau kualitas supernatural, manusia super, atau paling tidak daya-daya istimewa.
Kemampuan-kemampuan ini tidak dimiliki oleh orang biasa, tetapi dianggap
sebagai kekuatan yang bersumber dari yang Ilahi, dan berdasarkan hal ini
seseorang kemudian dianggap sebagai seorang pemimpin.
D. Kepemimpinan Transformasional
Kepemiminan merupakan proses dimana seorang individu mempengaruhi
sekelompok individu untuk mencapai suatu tujuan. Untuk menjadi seorang pemimpin
yang efektif, seorang kepala sekolah harus dapat mempengaruhi seluruh warga
sekolah yang dipimpinnya melalui cara-cara yang positif untuk mencapai tujuan
pendidikan di sekolah. Secara sederhana kepemimpinan transformasional dapat
diartikan sebagai proses untuk mengubah dan mentransformasikan individu agar
mau berubah dan meningkatkan dirinya, yang didalamnya melibatkan motif dan
pemenuhan kebutuhan serta penghargaan terhadap para bawahan.
Terdapat empat faktor untuk menuju kepemimpinan tranformasional, yang
dikenal sebutan 4 I, yaitu : idealized influence, inspirational
motivation, intellectual stimulation, dan individual consideration.
Idealized influence: kepala sekolah merupakan sosok ideal yang dapat
dijadikan sebagai panutan bagi guru dan karyawannya, dipercaya, dihormati dan
mampu mengambil keputusan yang terbaik untuk kepentingan sekolah.
Inspirational motivation: kepala sekolah dapat memotivasi seluruh guru dan
karyawannnya untuk memiliki komitmen terhadap visi organisasi dan mendukung
semangat team dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan di sekolah.
Intellectual Stimulation: kepala sekolah dapat menumbuhkan kreativitas dan
inovasi di kalangan guru dan stafnya dengan mengembangkan pemikiran kritis dan
pemecahan masalah untuk menjadikan sekolah ke arah yang lebih baik.
Individual consideration: kepala sekolah dapat bertindak sebagai pelatih
dan penasihat bagi guru dan stafnya.
Berdasarkan hasil kajian literatur yang dilakukan, Northouse (2001)
menyimpulkan bahwa seseorang yang dapat menampilkan kepemimpinan
transformasional ternyata dapat lebih menunjukkan sebagai seorang pemimpin yang
efektif dengan hasil kerja yang lebih baik. Oleh karena itu, merupakan hal yang
amat menguntungkan jika para kepala sekolah dapat menerapkan kepemimpinan
transformasional di sekolahnya.
Karena kepemimpinan transformasional merupakan sebuah rentang yang luas tentang
aspek-aspek kepemimpinan, maka untuk bisa menjadi seorang pemimpin
transformasional yang efektif membutuhkan suatu proses dan memerlukan usaha
sadar dan sunggug-sungguh dari yang bersangkutan. Northouse (2001) memberikan
beberapa tips untuk menerapkan kepemimpinan transformasional, yakni sebagai
berikut:
Berdayakan seluruh bawahan untuk melakukan hal yang terbaik untuk
organisasi
Berusaha menjadi pemimpin yang bisa diteladani yang didasari nilai yang
tinggi
Dengarkan semua pemikiran bawahan untuk mengembangkan semangat kerja sama
Ciptakan visi yang dapat diyakini oleh semua orang dalam organisasi
Bertindak sebagai agen perubahan dalam organisasi dengan memberikan contoh
bagaimana menggagas dan melaksanakan suatu perubahan
Menolong organisasi dengan cara menolong orang lain untuk berkontribusi
terhadap organisasi
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau
memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya
mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari
kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti
pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan
ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan
pengajaran/instruksi.
oleh karena itu kepemimpinan ini sangat penting dalam sebuah organisasi tanpa sebuah pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan roda sebuah organisasi tidak akan berjalan, akan tetapi justru yang dipermsalahkan adalah bagaimana dengan jenis-jenis yang dianut oleh sebuah pemimpin itu akan kembli kepada tujuan dan kesadaran juga visi misi dari seorang pemimpin hal inilah yang akan timbul berbagai sifat dan juga jenis kepemimpinan.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan tanggal akses 3 desember 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar