animasi b

selamat datang di my blog

Rabu, 25 September 2013

tata letak bengkel dalam manajemen operasi

manajemen operasi dalam proses tata letak bengkel

Menurut Fogarty Manajemen Produksi dan Operasi adalah sebagai suatu proses yang berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan.
Manajemen Produksi dan Operasi secara umum merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan penciptaan/pembuatan barang, jasa, atau kombinasinya, melalui proses transformasi dari masukan sumber daya produksi menjadi keluaran yang diinginkan. (Eddy Herjanto, 1999).
adapun selain itu pengertian manajemen operasi adalah serangkaian kegiatan yang terdiri dari plan, do, chek, evaluation, dan action guna menciptakan nilai suatu produk secara efisien dan efektif.
jenis kegiatan dalam manajemen operasi :
Dalam suatu kegiatan produksi dan operasi, Manajer Produksi dan Operasi harus mampu membina dan mengendalikan arus masukan (inputs) dan keluaran (outputs), serta mengelola penggunaan sumber-sumber daya yang dimiliki secara efisien dan efektif. adapun kegiatan nya terdiri dari :
1. planing yang berarti perencanaan hal ini sangat diperlukan dalam manjemen operasi untuk menetukan langkah-langkah yang akan dicapai secara efektif dan efisien planing ini menentukan sumber daya yang akan digunakan seperti para manajer yang digunakan dalam menetukan kebijakan keputusan yang akan diambil.rencana ini bisa dibagi menjadi 2 yaitu jangka pendek dan panjang.
2. do artinya mengerjakan, hal ini merupakan pengimplementasian dari proses-proses planing atau perencanaan
3. chek berarti peninjauan kembali atas kinerja sumber daya dan juga rencana-rencana yang akan dilaksanakan.
4. evaluation berarti pengevaluasian atas proses rencana-rencana yang telah dilaksanakan baik dibidang keefisienan penciptaan produk ataupun pengefektifan proses atau waktu yang digunakan.
5. action yang berarti pelaksanaan dan pengimplementasian dari evaluation yang telah diperbaiki baik dari segi produk penciptaan nya dan prosese nya efektif dan efisien.
Adapun Proses perencanaan fasilitas
Perencanaan fasilitas memerlukan suatu prises yang dilakukan secara sistematisuntuk mempetoleh hasil yang baik. Berdasarkan klasifikasimya perencanaan fasilitas dapat dibagi dalam tiga jenis yaitu :
1.        Perencanaan lokasi
Perencanaan lokasi merupakan suatu kegiatan straregis yang bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan lokasi bagi perusahaan sehingga perusahaan atau pabrik dapat beroperasi dengan lancar, dengan biaya rendah, dan memungkinkan perusahaan dimasa datang.
Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam :
ü  Melayani konsumen dengan memuaskan
ü  Mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup dan continue dengan harga yang layak atau memuaskan
ü  Mendapatkan tenaga kerja yang cukup
ü  Memungkinkan perluasan perusahaan dikemudian hari

Faktor-Faktor yang Perlu Diperhatikan
Dalam mendapatkan lokasi suatu perusahaan atau pabrik yang tepat, perlu untuk memperhatikan faktor-faktor yang berkaitan dengan kegiatan usaha perusahaan. Faktor-faktor itu antara lain :
·         Letak pasar
·         Letak sumber bahan baku
·         Ketersediaan tenaga kerja
·         Ketersediaan tenaga listrik
·         Ketersediaan air
·         Fasilitas pengangkutan
·         Fasilitas perumahan, pendidikan, pembelajaran, dan telekomunikasi
·         Pelayanan kesehatan, keamanan, dan pencegahan kebakaran
·         Peraturan pemerintah setempat
·         Sikap masyarakat
·         Biaya dari tanah dan bangungan
·         Luas tempat patkir
·         Saluran pembuangan
·         Kemungkinan perluasan
·         Lebar jalan

Metode penilaian lokasi
Terdapat beberapa metode yang sering digunakan dalam pemilihan suatu lokasi perusahaan yaitu :
·         Pemeringkatan faktor
Pemeringkatan faktor (factor rating) adalah suatu pendekatan umun yang berguna untuk mengevaluasi dan membandingkan berbagai alternatif lokasi.
·         Analisis nilai ideal
Metode ini serupa dengan metode factor rating, bedanya hanya bobot pada faktor rating merupakan nilai ideal pada metode ini
·         Analisis ekonomis
Metode ini menggunakan kuantitatif maupun kualitatif secara bersama-sama untuk mendapatkan penilaian yang lebih lengkap
·         Analisis volume-biaya
Metode analisis volume-biaya (cost-volume analysis)menekankan pada faktor biaya dalam memilih suatulokasi yaitu dengan membandingkan biaya total produksi dari berbagai alternatif lokasi.
·         Pendekatan pusat graviti
Pemilihan lokasi berdasarkan metode ini sering kali digunakan untuk memilih sebuah lokasi yang dapat meminimalkan jarak atau biaya menuju fasilits-fasilitas yang sudah ada
·         Metode transfortasi
Metode transfortasi merupakan salah satu metode dalam riset operasi yang dapat digunakan dalam memilih suatu lokasi perusahaan pada periinsipnya metode ini mencari nilai optimal yang dapat diperoleh dengan memperhitungkan pemenuhan permintaan dan penawara dengan biaya transfortasi yang rendah.

2.      Perencanaan tata letak
Perencanaa tata letak mencakup desain atau konfigurasi dari bagian-bagian, pusat kerja, dan peralatan yang membentuk proses perubahan dari bahan mentah menjadi bahan jadi Secara umum, tujuan daripenyusunan tata letak adalah untuk mencapai suatu sistem produksi yang efisien dan efektif, melalui :
·         Pemanfaatan peralatan pabrikyang optimal
·         Penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum
·         Aliran bahan dan produksi jadi yang lancar
·         Kebutuhan persediaan yang rendah
·         Pemakaian ruang yang efisien
·         Ruang gerak yang cukup untuk operasional maupun pemeliharaan
·         Biaya produksi dan infestasi modal yang rendah
·         Fleksibilitas yang cukup untuk menghadapi perubahan
·         Keselamatan kerja yang tinggi
·         Suasana kerja yang baik


Jenis tata letak
Dalam industri manufaktur, secara umum tata letak bisa dikelompokan dalam 3 jenis :
·         Tata letak proses
Tata letak proses (proses layout) atau tata letak fungsional adalah penyusuanan tata letak dimana alat yang sejenis atau yang mempunyai fungsi sama ditempatkan dalam bagina yang sama.
·         Tata letak produk
Tata letak produk (produk layout) dipilih apabila proses produksinya telah distandardisasikan dan berproduksi dalam jumlah yang besar
·         Tata letak posisi tetap
Tata letak posisi tetap (fixedposition layout) dipilih apabila karen aukuran, bentuk ataupun karakteristik lain menyebabkan produknya tidak mingkin atau sukar untuk dipindahkan.
daftar pustaka :

  • kumpulan perkuliahaan manajemen operasi 
  • ERI  NOVARI, SE.,MM.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar