animasi b

selamat datang di my blog

Jumat, 05 Desember 2014

nilai jual objek pajak berpengaruh terhadap PBB

haiii guys hari ini kita posting beberapa makalah yang saya buat terutama berkaitan dengan pajak bumi dan bangunan, silahkan simak pembahasan makalah saya :)



BAB III
PEMBAHASAN





PEMBAHASAN MASALAH
Pajak merupakan salah satu unsur penting dalam keuangan pemerintah. Pajak juga merupakansalah satu sumber pendanaan pemerintah yang akan digunakan untuk membiayai infrastrukturnegara maupun daerah serta untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan lainnya untuk pembangunanbangsa. Salah satu pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah sebagai pendapatan asli daerah adalah pajak bumi dan bangunan. Pajak bumi dan bangunan adalah pajak yang dikenakan atas harta takbergerak yang terdiri dari tanah dan bangunan yang dimiliki oleh wajib pajak. Subjek Pajak Bumidan Bangunan / PBB adalah orang pribadi atau badan yang menikmati, memanfaatkan ataumemiliki obyek pajak berupa tanah dan atau bangunan tersebut (Pemilik atau Penyewa). Permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah dalam hal pemungutan atas pajak bumi danbangunan adalah asas keadilan terhadap penetapan nilai jual objek pajak, wajib pajak menilaibahwa metode yang digunakan untuk menilai nilai jual objek pajak tidak mencerminkan nilai wajarsehingga nilai jual objek pajak menghasilkan nilai wajar yang besar dan hal ini juga mengakibatkansemakin besar pula pajak yang akan ditanggung oleh wajib pajak atas bumi dan bangunan.Besarnya pajak yang akan ditanggung oleh wajib pajak inilah yang menyebabkan rendahnyakesadaran wajib pajak untuk melaporkan perubahan atas tanah dan bangunan. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) merupakan dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan, olehkarena itu dalam penetapannya harus mencerminkan rasa keadilan bagi masyarakat, agar besaranpajak yang dikenakan sesuai dengan keadaan objek pajak yang sebenarnya, sama dengan kondisiyang ada di lapangan. Permasalahannya adalah bagaimana agar keadilan dalam penetapan Nilai JualObjek Pajak dapat terlaksana sehingga masyarakat rela membayar sesuai dengan nilai pajak yangditetapkan. Komponen dalam penetapan Pajak Bumi dan Bangunan adalah penilaian terhadap ObjekPajak Bumi (Tanah) dan atau Bangunan. Penilaian Objek Pajak Bumi/Tanah pada dasarnya adalahproses penetapan nilai bumi/tanah yang diperoleh dari harga transaksi/jual beli yang terjadi secarawajar dalam artian bahwa harga transaksi tersebut mencerminkan harga normal yang terjadi. Dalam proses penetapan nilai bumi/tanah, penentuan nilai ditentukan berdasarkan posisirelatif objek pajak dengan pengertian bahwa posisi objek pajak adalah benar di lokasi jalan yangbersangkutan sehingga akan diketahui nilai relatif pada satu zona atau kawasan tertentu. Metode yang umumnya digunakan adalah dengan melakukan pendekatan penilaian terhadapnilai jual objek pajak. Pendekatan dalam menentukan nilai jual objek pajak umumnya terdiri atas tiga metode yaitu:
a. Pendekatan data pasar (Market data approach), yaitu suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak dengan cara membandingkan dengan objek lain yang sejenis yang letaknya berdekatan dan fungsinya sama dan telah diketahui harga jualnya. Umumnya digunakan untuk menentukan nilai jual objek pajak bumi atau tanah.
b. Pendekatan biaya/nilai perolehan baru (cost approach), yaitu suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak dengan cara menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh objek tersebut pada saat penilaian dilakukan, yang dikurangi dengan penyusutan berdasarkan kondisi fisik objek tersebut. Umumnya digunakan untuk menentukan nilai jual objek pajak bangunan.
c. Pendekatan pendapatan/nilai jual pengganti (income approach), yaitu suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak yang berdasarkan pada hasil produksi objek pajak tersebut. Umumnya digunakan untuk menentukan nilai jual objek pajak sektor perkebunan, perhutanan, perhotelan, perdagangan dan lain-lain. 
  Metode penilaian nilai jual objek pajak umumnya menggunakan dua cara yaitu:
a. Penilaian Massal (Mass Appraissal): - NJOP bumi dihitung berdasarkan Nilai Indikasi Rata-rata (NIR) yang terdapat pada setiap Zona Nilai Tanah (ZNT). - NJOP bangunan dihitung berdasarkan Daftar Biaya Komponen Bangunan (DBKB) dikurangi dengan biaya penyusutan fisik. - Perhitungan penilaian massal dilakukan berbasis komputer.
b. Penilaian Individu (Individual Appraissal): - Metode penilaian suatu objek pajak untuk masing-masing objek pajak yang bersifat unik/khusus. - Diterapkan untuk objek khusus yang bernilai tinggi atau keberadaannya mempunyai sifat khusus seperti: jalan tol, pelabuhan laut/sungai/ udara, lapangan golf, industri semen/pupuk, PLTA, PLTU, PLTG, pertambangan, tempat rekreasi, rumah mewah, pompa bensin, PBB sektor perkebunan, perhutanan, pertambangan, dan lain-lain. Bangunan menurut Undang-undang Pajak Bumi dan Bangunan, adalah konstruksi teknik yangditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan. Proses penentuan nilai bangunanpada umumnya menggunakan nilai perolehan baru. Nilai perolehan baru, adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu obyek pajakdengan cara menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh obyek tersebut padasaat penilaian dilakukan, yang dikurangi dengan penyusutan berdasarkan kondisi fisik obyektersebut. Pendekatan ini didasarkan pada prinsip bahwa seseorang yang mempunyai pengetahuan didalam membangun suatu properti, tidak akan sudi membeli suatu properti yang lebih tinggidaripada biaya untuk membangun properti tersebut. Jenis penggunaan bangunan yang berbeda seperti rumah sakit, hotel, kantor, rumah, pabrikdan lain sebagainya memerlukan cara penilaian yang berbeda pula karena komponen untukmembangun antara bangunan yang satu dengan bangunan lainnya berbeda, sehingga petugaspenghitung pajak dituntut untuk memahami secara utuh proses penentuan nilai bangunan tersebut. Di samping itu bangunan yang baru tentu berbeda dengan bangunan yang lama disebabkanadanya faktor penyusutan yang akan mempengaruhi nilai bangunan. Dengan memaknai filosofi diatas serta penetapan yang sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku diharapkan akanmenciptakan rasa persamaan dan kesamaan sehingga akan meningkatkan kemampuan dan kemauanbayar Wajib Pajak. Persiapan sumber daya manusia, regulasi daerah serta sarana dan prasarana sistem padapemerintah daerah yang dilakukan dengan efektif dan efisien akan memperlancar peralihan danpenerapan Pajak Bumi dan Bangunan. Dengan demikian pendapatan daerah akan lebih meningkatdalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Persiapan sumber daya manusia adalah persiapan para petugas pajak yang lebih proaktif danmelakukan survei ke lapangan yang akan menilai besarnya objek pajak yang terutang oleh wajibpajak, dalam hal ini pihak pemerintah (fiskus) sebagaimana yang diketahui pajak bumi danbangunan adalah pajak yang sistem pemungutannya menganut Official Assessment System di manapajak dipungut langsung oleh pemerintah. Pajak yang dipungut membutuhkan kontribusi darimasyarakat yaitu kesadaran rakyat untuk melaporkan perubahan tanah dan bangunan yang dimiliki. Berdasarkan peraturan dirjen Pajak Nomor PER -70/PJ/2010 mengenai pemeriksaan pajakbumi dan bangunan menetapkan bahwa Direktur Jenderal Pajak berwenang melakukan Pemeriksaandengan tujuan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban PBB dan/atau tujuan lain dalamrangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. 17 

DAFTAR PUSTAKA

www.perpajakan.com

Kamis, 04 Desember 2014

curahan hati untuk ibu

ini adalah curahan hati seorang anak untuk ibunya, ku persembahkan untuk mamah ku, cepat sembuh mamah ku sayang, ku yang selalu merindu



wanita terindah adalah seorang ibu, 
ibu........
kau menerangi disaat jiwaku kelam tak menentu arah 
kau membimbingku dalam sayup-sayup doa yang kau lantunan kan untuk anakmu
ibu........
dalam jiwamu kau berusaha menjadi kuat meski ku tau bahwa tulang rusuk mu rapuh
tapi kau tak pernah mengeluh untuk terus berharap bahwa anakmu akan menjadi kebanggan mu kelak
ibu........
doa mu menjadi bait semangat dalam setiap langkah yang ku jalani
memang ku tak tau bahwa kau berpilu-pilu kesah meneteskan air mata untuk anakmu hanya karena mengaharapkan anakmu bahagia
ibu........
kucurahkan semua rasa dan asa tentang mu
ku bangga saat ku bisa memeluk mu dalam dekapan yang begitu hangat dan lembut 
kau membelai rambut anakmu sambil berkata "nak dunia mu bukan lah lagi menjadi kepentingan ibu, sekarang kau harus menetukan kau mau melangkah kemana, ibu hanya menitipkan sepucuk surat berupa doa untuk mu agar anak ibu selalu berada dalam kebahagian di dunia maupun akhirat"
ibu.......
kini ku tau kenapa kau berusaha begitu susahnya kau selalu berusaha siang dan malam
kini ku juga ku tau kenapa kau begitu susah payah meneteskan air mata disetiap tangisan malam mu
kini juga ku tau kenapa kau berucap bahwa duia ku bukan lah lagi kepentingan mu
ibu.......
sungguh dalam setiap katamu mengandung banyak makna
banyak hasrat untuk ku capai semua katamu
banyak kewajiban yang harus ku curahkan dan ku usahakan dalam setiap perjalananku
ibu....
kau yang terindah disetiap bintang yang ada diplanet ini
kau menjdi paling terang disekian banyak galaksi yang ada di bumi
kau yang paling mulia dan berharga dibanding sebuah berlian.
ibu......
ajaran mu adalah tuntutan ku  untuk bisa bahagia tanpa menyusahkan mu
setiap katamu memacu aku untuk tetap berjuan dan bisa meraih asa yang kau inginkan....
love ibuuuuuuuuuuuuu............
ini untuk mu kata-kata nya yang terangkai dari anakmu salam rindu anakmu

cepet sembuh mamah ku sayang

makalah kepemimpinan



wow dapat tugas lagi setelah sekian lama vacum berkecimpung didunia blog, hehe :)  selamat malam untuk para sahabat dunia maya, kali ini saya akan berbagi info nih mengenai kepemimpinan, mari kita simak teman. :) 



MAKALAH PERILAKU ORGANISASI BISNIS KEPEMIMPINAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah perlaku organisasi bisnis.
Disusun Oleh :
Suci Marliyati.
(1123070111)
MKS/ V/C
 


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI

BANDUNG
FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM
MANAJEMEN KEUANGAN SYARI’AH
2013/2014

  


BAB I 
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG


Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan. oleh karena itu dalam makalah ini saya akan menyajikan berbagai tife kepemimpinan, khususnya kepemimpinan yang efektif dan transformasional.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa itu kepemimpinan, pengertian dan juga jenis nya ?
2. Bagaimana kepemimpinan yang efektif ?
3. Bagaimana mekanisme nya kepemimpinan transformasional ? 

C. TUJUAN PENULISAN 

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan juga berbagi ilmu umumnya pembaca dan khususnya bagi saya selaku pembuat makalah.
BAB II
PEMBAHASAN


 



 Soekarno, salah satu pemimipin yang berpengaruh di Indonesia.
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.


B. Kepemimpinan Yang Efektif

Barangkali pandangan pesimistis tentang keahlian-keahlian kepemimpinan ini telah menyebabkan munculnya ratusan buku yang membahas kepemimpinan. Terdapat nasihat tentang siapa yang harus ditiru (Attila the Hun), apa yang harus diraih (kedamaian jiwa), apa yang harus dipelajari (kegagalan), apa yang harus diperjuangkan (karisma), perlu tidaknya pendelegasian (kadang-kadang), perlu tidaknya berkolaborasi (mungkin), pemimpin-pemimpin rahasia Amerika (wanita), kualitas-kualitas pribadi dari kepemimpinan (integritas), bagaimana meraih kredibilitas (bisa dipercaya), bagaimana menjadi pemimipin yang otentik (temukan pemimpin dalam diri anda), dan sembilan hukum alam kepemimpinan (jangan tanya). Terdapat lebih dari 3000 buku yang judulnya mengandung kata pemimipin (leader). Bagaimana menjadi pemimpin yang efektif tidak perlu diulas oleh sebuah buku. Guru manajeman terkenal, Peter Drucker, menjawabnya hanya dengan beberapa kalimat: "pondasi dari kepemimpinan yang efektif adalah berpikir berdasar misi organisasi, mendefinisikannya dan menegakkannya, secara jelas dan nyata.

C. Kepemimpinan Karismatik

Max Weber, seorang sosiolog, adalah ilmuan pertama yang membahas kepemimpinan karismatik. Lebih dari seabad yang lalu, ia mendefinisikan karisma (yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti "anugerah") sebagai "suatu sifat tertentu dari seseorang, yang membedakan mereka dari orang kebanyakan dan biasanya dipandang sebagai kemampuan atau kualitas supernatural, manusia super, atau paling tidak daya-daya istimewa. Kemampuan-kemampuan ini tidak dimiliki oleh orang biasa, tetapi dianggap sebagai kekuatan yang bersumber dari yang Ilahi, dan berdasarkan hal ini seseorang kemudian dianggap sebagai seorang pemimpin.

D. Kepemimpinan Transformasional

Kepemiminan merupakan proses dimana seorang individu mempengaruhi sekelompok individu untuk mencapai suatu tujuan. Untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif, seorang kepala sekolah harus dapat mempengaruhi seluruh warga sekolah yang dipimpinnya melalui cara-cara yang positif untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Secara sederhana kepemimpinan transformasional dapat diartikan sebagai proses untuk mengubah dan mentransformasikan individu agar mau berubah dan meningkatkan dirinya, yang didalamnya melibatkan motif dan pemenuhan kebutuhan serta penghargaan terhadap para bawahan.
Terdapat empat faktor untuk menuju kepemimpinan tranformasional, yang dikenal sebutan 4 I, yaitu : idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individual consideration.
Idealized influence: kepala sekolah merupakan sosok ideal yang dapat dijadikan sebagai panutan bagi guru dan karyawannya, dipercaya, dihormati dan mampu mengambil keputusan yang terbaik untuk kepentingan sekolah.
Inspirational motivation: kepala sekolah dapat memotivasi seluruh guru dan karyawannnya untuk memiliki komitmen terhadap visi organisasi dan mendukung semangat team dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan di sekolah.
Intellectual Stimulation: kepala sekolah dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi di kalangan guru dan stafnya dengan mengembangkan pemikiran kritis dan pemecahan masalah untuk menjadikan sekolah ke arah yang lebih baik.
Individual consideration: kepala sekolah dapat bertindak sebagai pelatih dan penasihat bagi guru dan stafnya.
Berdasarkan hasil kajian literatur yang dilakukan, Northouse (2001) menyimpulkan bahwa seseorang yang dapat menampilkan kepemimpinan transformasional ternyata dapat lebih menunjukkan sebagai seorang pemimpin yang efektif dengan hasil kerja yang lebih baik. Oleh karena itu, merupakan hal yang amat menguntungkan jika para kepala sekolah dapat menerapkan kepemimpinan transformasional di sekolahnya.
Karena kepemimpinan transformasional merupakan sebuah rentang yang luas tentang aspek-aspek kepemimpinan, maka untuk bisa menjadi seorang pemimpin transformasional yang efektif membutuhkan suatu proses dan memerlukan usaha sadar dan sunggug-sungguh dari yang bersangkutan. Northouse (2001) memberikan beberapa tips untuk menerapkan kepemimpinan transformasional, yakni sebagai berikut:
Berdayakan seluruh bawahan untuk melakukan hal yang terbaik untuk organisasi
Berusaha menjadi pemimpin yang bisa diteladani yang didasari nilai yang tinggi
Dengarkan semua pemikiran bawahan untuk mengembangkan semangat kerja sama
Ciptakan visi yang dapat diyakini oleh semua orang dalam organisasi
Bertindak sebagai agen perubahan dalam organisasi dengan memberikan contoh bagaimana menggagas dan melaksanakan suatu perubahan
Menolong organisasi dengan cara menolong orang lain untuk berkontribusi terhadap organisasi
 

 


 BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
 
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.

oleh karena itu kepemimpinan ini sangat penting dalam sebuah organisasi tanpa sebuah pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan roda sebuah organisasi tidak akan berjalan, akan tetapi justru yang dipermsalahkan adalah bagaimana dengan jenis-jenis yang dianut oleh sebuah pemimpin itu akan kembli kepada tujuan dan kesadaran juga visi misi dari seorang pemimpin hal inilah yang akan timbul berbagai sifat dan juga jenis kepemimpinan.

DAFTAR PUSTAKA



http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan tanggal akses 3 desember 2014